Festival Sejarah

Setiap mata pelajaran mempunyai karakteristik yang khas. Demikian juga halnya dengan mata pelajaran sejarah. Adapun karakteristik mata pelajaran sejarah adalah sebagai berikut: Sejarah terkait dengan masa lampau. Masa lampau berisi peristiwa, dan setiap peristiwa sejarah hanya terjadi sekali. Jadi pembelajaran sejarah adalah pembelajaran peristiwa sejarah dan perkembangan masyarakat yang telah terjadi. Sementara materi pokok pembelajaran sejarah adalah produk masa kini berdasarkan sumber-sumber sejarah yang ada. Karena itu dalam pembelajaran sejarah harus lebih cermat, kritis, berdasarkan sumber-sumber dan tidak memihak menurut kehendak sendiri dan kehendak pihak-pihak tertentu.Sejarah bersifat kronologis. Oleh karena itu dalam mengorganisasikan materi pokok pembelajaran sejarah haruslah didasarkan pada urutan kronologis peristiwa sejarah.

Untuk menambah wawasan dan minat siswa terhadap pelajaran sejarah maka salah satu upaya yang dilakukan adalah mengadakan event-event tentang kesejarahan dan juga lomba-lomba yang masih ada kaitannya dengan mata pelajaran sejarah. Untuk itu Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah mengadakan Festival sejarah se Jawa yang diperuntukan untuk siswa-siswi SMA,MA,SMK sederajat, Festival Sejarah sendiri merupakan event tahunan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah dan juga merupakan event atau program kerja terbesar Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah

Festifal sejarah sendiri mempunyai dua agenda atau dua perlombaan dalam satu rangkaian acara, dua lomba tersebut ialah Lomba cerdas cermat sejarah dan lomba essay sejarah, untuk pelaksanaan festival sejarah sendiri dilakasanakan pada tanggal 22 Oktober 2017 dan bertempat di Fakultas Ilmu Sosial Uneversitas Negri Yogyakarta. Event yang diperuntukkan untuk siswa siswi SMA sederajat mendapat respon yang positif dari masyarakat, dilihat dari animo peserta yang setiap tahun selalu bertambah dan juga mengalami peningkatan. Tercatat peserta LCCS tahun 2017 mencapai 57 Tim dari beberapa sekolah yang tersebar di Jawa, dan untuk Essay total karya yang masuk lebih dari 100, bisa disimpulkan bahwa respon yang sangat positif dari masyarkat.

Untuk teknis perlombaan sendiri ialah untuk Lomba cerdas cermat sejarah menerapkan babak penyisihan 1,2,3 semi final dan final untuk Lomba cerdas cermat sejarah tahun ini untuk finalisnya ialah SMA N1 Surakarta Tim A,B,C dan untuk Essay teknis perlombaaannya sendiri menerapkan tahap seleksi 1 dan 2 dari ratusan karya yang masuk hanya diambil 8 yang diundang untuk melakukan persentasi didepan para juri dan gpemenang lomba essay sejarah tingkat SMA sederajat festival sejarah sejawa diraih oleh Nomita Salsavilla Nova Regiana ( SMA Regina Pacis Surakarta) dan juara 2 diraih oleh Novita tri Hapsari (SMA N 1 Surakrta) dan untuk juara 3 diarih oleh Rindiani Amelia (SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta), untuk lomba cerdas cermat sejarah sendiri memperebutkan trofi bergilir Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta  beserta uang pembinaan dan untuk essay memperebutkan trofi tetap gubernur Daerah Istemewa Yogyakrta beserta uang pembinaan, Untuk biaya pendaftaran Lomba cerdas cermat sejarah dikenakan tarif RP.180.000.00 per tim sedangkan untuk essay tidak dikenakan biaya

Untuk lomba festival sejarah sendiri untuk persiapan sudah dilakukan jauh jauh hari, seluruh element dalam program studi pendidkan sejarah ikut telibat dalam mesukseskan acara tersebut. Walaupun dalam pelaksanaanya masih ada kekurangan atau kesalahan seluruh panitia memohon maaf karena sejatinya kami semua masih dalam tahap belajar dan berproses, seluruh panitia sudah meluangkan waktu,tenaga dan juga biaya dalam pelaksanaan acara tersebut
22-10-2017. Bpk. Moh.Nur Rohman selaku Wakil Dekan fakultas ilmu sosial Uneversitas Negri Yogyakarta, membuka acara Festival sejarah 2017. Dok.Pribadi

Advertisements

TALKSHOW HMPS 2017

PAMFLET TALKSHOW 2017 sosmed

Dewasa ini peran media sangat vital dalam kehidupan bernegara salah satunya terletak pada dunia jurnalistik. Dalam dunia Jurnalistik seorang jurnalis dituntut untuk memiliki dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar jurnalistik seperti objektivitas. Kita semua tahu bahwa media adalah pembentuk opini masyarakat yang efektif dan efisien. Intervensi pemilik media demi kepentingan politis dan ekonomisnya hampir tidak dapat disangkal.

Mau tau lebih lanjut bagaimana permasalahan yang terjadi di dunia Pers beserta bagaimana solusinya?

*Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah dengan bangga mempersembahkan*

 

 TALKSHOW JURNALISTIK

 ”Sejarah Pers : Problematika di Tengah Kemerdekaan”

*Pembicara* :

Razaini Taher Tanjung (Pemimpin Redaksi Harian Bernas)

Anang Zakaria (Aliansi Jurnalis Independen)

*Moderator*:

Asyif Awaludin Romadhoni (Mahasiswa Pendidikan Sejarah FIS UNY)

*Pelaksanaan* :

📆Sabtu, 28 Oktober 2017

Ruang Ki Hajar Dewantara, FIS UNY

Pukul 09.00-12.30 WIB

*Fasilitas* :

E-Sertifikat

Snack

Ilmu yang berfaedah

Teman Diskusi

*FREE*

📝Pendaftaran dan konfirmasi via SMS/WA dengan format :

*Nama_Talkshow HMPS 2017_Fakultas/Instansi*

*Contact person*:

+6285713993200 (Gossy)

“Aku kira dan bagiku itulah kesadaran sejarah. Sadar akan hidup dan kesia-siaan nilai”

Soe Hok Gie

Book For Papua Sebuah Organisasi Sosial Kecil untuk Pendidikan di Pedalaman Papua

 

Tidak meratanya dan sulitnya akses pendidikan di Papua, membuat sekelompok anak muda menginisiasi komunitas Buku Untuk Papua (Book for papua ). Komunitas Buku Untuk Papua adalah komunitas sosial yang bergerak dibidang pendidikan dengan memberikan  donasi berupa buku-buku dan pengajaran di Papua.  gerakan ini bergerak lebih luas, mendukung proses pemberdayaan masyarakat di Papua dengan menyumbang & mengajak peran aktif masyarakat untuk bersama-sama membuat rumah baca. Para relawan  berangkat dengan ide partisipasi masyarakat, warga boleh memiliki buku – buku yang kami sumbang, asal mau mengelola buku – buku tersebut dalam bentuk rumah baca walaupun sederhana. Mengapa demikian, sebab dengan begitu, warga akan aktif mengajak yang lain untuk meminjam buku, dan membacanya, bahkan ke depan kami bergerak dengan ide progresif, tempat belajar dimana saja, dengan siapapun dapat menjadi guru.

Komonitas buku untuk papua merupakan salah satu komunitas yang terbentuk karena kesadaran dan kepedulian masarakat tentang dunia pendidikan di wilayah Papua yang jauh dari kata layak. Book for papua adalah komunitas yang mandiri, dari awal berdiri hingga saat ini tidak menggantungkan bantuan dari pemerintah. Untuk buku dan keperluan lainnya komunitas ini mengandalkan sumbangan dari donatur dan juga lembaga-lembaga lainnya, Memnafaatkan media social, komunitas book for papua mengajak para Netizen untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan dunia pendidikan di provinsi papua, Komunitas book for papua mengajarkan “bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara, keterbatasan, kesulitan, kelemahan, itu semua tidak ada artinya jika keikhlasan dalam membantu sesama itu yang utama.”

KEBIJAKAN DAN KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA DARI B.J. HABIBIE SAMPAI SBY

Indosnesia merupakan negara yang kaya akan budaya, suku bangsa, dan bahasa. Dengan kekayaan tersebut tentunya membutuhkan sosok pemimpin yang mampu mengorganisasikan negara dan menyejahterakan rakyat. Terhitung dari 17 Agustus 1945 sampai tahun 2017 ini terhitung sudah tujuh kali pergantian pemimpin, dari mulai sang proklamator Indonesia yaitu Soekarno, dilanjutkan Soeharto, B.J Habiebie, Abdurrahman Wahid (Gusdur), Megawati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan yang saat ini masih menjabat yaitu Joko Widodo.

Setiap peralihan pemimpin dan pergantian Presiden tersebut tentunya menghasilkan kebijakan-kebijakan yang berbeda, ini dikarenakan pada setiap pemimpin mempunyai pemikiran dan cara yang berbeda pula untuk dapat menyejahterakan rakyatnya. Dalam kebijakan yang dibuatnya tentu adanya pro dan kontra dalam pembuatannya maupun dalam pelaksanaannya. Dalam tulisan ini akan dibahas tentang kebijakan-kebijakan dan karakteristik kepemimpinan Presiden Republik Indonesia pada zaman reformasi mulai dari B.J Habibie sampai dengan kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.

  1. J. Habibie

Pemerintahan B.J. Habibie dimulai sejak lengsernya Soeharto dengan tuntutan Reformasi yang di laksanakan oleh mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam aksi keprihatinan menuntut adanya reformasi disegala bidang, berpuncak pada tuntutan turunnya Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998. Masa kabinet habibie diberi nama kabinet reformasi pembangunan, pada masa kepemimpinan Habibie pemerintah memberikan kebebasan bagi pers di dalam pemberitaannya, dan banyak bermunculan media massa.

Selain itu pada Presiden ketiga ini juga melakukan perubahan dibidang politik lainnya yaitu mengeluarkan UU No.2 Tahun 1999 tentang Partai Politik, UU No.3 Tahun 1999 tentang Pemilu, dan UU No.4 Tahun 1999 tentang MPR dan DPR. Selain itu juga terjadi masalah hak asasi manusia di Timor Timur, yang menyebabkan wilayah tersebut lepas dari NKRI. Setelah itu pertanggungjawabannya sebagai Presiden ditolak oleh MPR, kemudian pada hari yang sama juga dirinya mengundurkan diri dari pencalonan presiden.

  1. Abdurrahman Wahid (Gusdur)

Penolakan MPR atas pertanggungjawaban Presiden Habiebie memicu terpilihnya Gusdur sebagai Presiden RI ke empat. Dalam pemerintahannya Gusdur membentuk Kabinet Kerja, membentuk dewan ekonomi nasional, menetapkan agama Kongucu, menetapkan tahun baru Imlek sebagai libur nasional, selain itu Gusdur mencoba membubarkan partai Golkar namun tidak berhasil karena tidak adanya ketentuan hukum.

Pada masa jabatannya Gusdur sering berkunjung keluar negeri untuk memperbaiki citra Indonesia dan membuka peluang kerjasama. Selain itu Gusdur melakukan perdamaian dengan Israel, Gusdur juga menjunjung tinggi umat beragama, menekankan bahwa Islam tidak boleh memandang segala sesuatu yang berbau Barat adalah kesalahan. Kepemimpinan Gusdur tidak berlangsung lama, hanya berlangsung tiga tahun.

  1. Megawati Soekarno Putri

Megawati menjadi pemimpin Indonesia ke lima setelah ia dilantik menjadi Presiden pada tanggal 23 Juli 2001 menggantikan Gusdur yang saat itu Megawati adalah sebagai wakil dari Gusdur. Sebutan nama kabinetnya adalah kabinet Gotong Royong, pada tahun 2003 pemerintah mengalokasikan pembayaran utang luar negeri sebesar Rp.116,3 triliun. Salah satu keputusan Megawati yang sangat penting juga adalah Indonesia mengakhiri kerjasamanya dengan IMF.

Namun ekonomi dibawah pemerintahan Megawati tidak mengalami perbaikan yang nyata dibandingkan sebelumnya, kondisi perekonomian masih terus dalam ketidakpastian. Masalah pertumbuhan ekonomi, investasi dan pengangguran adalah gambaran yang paling suram dibawah kabinet gotong royong tersebut. megawati dianggap gagal melaksanakan agenda reformasi dan tidak mampu mengatasi krisis bangsa. Hal ini menyebabkan penurunan kepercayaan dari rakyat kepadanya, dimana pada pemilihan presden selanjutnya rakyat lebih memilih dan menaruh harapan kepada SBY dan wakilnya Jusuf kalla.

  1. Susilo Bambang Yudhoyono

Pemerintahan SBY berlangsung dua periode, yang pertama pada tahun 2004-2009 dengan wakilnya yaitu Jusuf Kalla dimana pemerintahannya mampu mengurangi pengangguran, dan mengurangi tingkat kemiskinan. Namun dalam kepemimpnannya juga terdapat kebijakan yang kontroversial yaitu mengurangi subsidi BBM, subsidi tersebut dialihkan pada sektor pendidikan dan kesehatan. Kebijakan lainnya yang menimbulkan kontroversi adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. Namun kebanyakan bantuan ini tidak sampai kepada yang berhak, dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial.

Periode kedua pada masa pemerintahan SBY dengan wakilnya Boediono pada tahun 2009-2014, SBY banyak melakukan perubahan terutama dalam bidang perekonomian dimana kebijakan perekonomian yang mengarah ke Amerika Serikat berganti ke arah China yang dalam kebijakan tersebut adanya pembasmian korupsi tanpa pandang bulu. Gemilangnya fondasi perekonomian Indonesia direspon internasional dengan menjadikan Indonesia salah satu negara pilihan tempat berinvestasi dimana efeknya adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, Indonesia juga menjadi ekonomi nomor 17 terbesar di dunia menrut IMF.

 Oleh. Wisnu Panji Pramono

Pendidikan Sejarah 2013 A

#KIPER(kajian peristiwa) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah 2017

Dinamika Transportasi Umum Indonesia

Oleh : Aris Wahyudi, S.Pd.

Transportasi merupakan salah satu kebutuhan yang tidak dapat lepas dari kehidupan manusia. Awalnya, wujud alat-alat transportasi masih sangat sederhana yaitu ditarik dengan tenaga manusia, ditarik menggunakan hewan, muncul sepeda, hingga alat transportasi bermesin seperti trem dan kereta api.

Di Jawa, alat transportasi yang ditarik hewan seperti dokar, cikar, dll banyak digunakan sebelum masuknya trem dan kereta api. Sejarah perkeretaapian Indonesia dimulai dari pembangunan rel pertama Semarang-Tanggung pada 17 Juni 1864 di Semarang. Pada tahun yang sama pula dimulailah pembangunan jalur kereta api dari Semarang ke Surakarta dan Yogyakarta dengan memanfaatkan penduduk pribumi untuk kerja rodi. Jalur yang dibangun pertama kali adalah jalur Semarang-Vorstenlanden, yang dibuka untuk umum pada tahun 1873 dan bertujuan untuk memudahkan pengangkutan gula dari perkebunan ke pabrik.

Selanjutnya, pembangunan jalur jalur kereta api pun merambah ke daerah yang memiliki potensi sumber daya alam yang baik. Untuk itu, dibangunlah jalur Yogyakarta-Brosot yang dilakukan dalam dua tahap yaitu jalur Yogya-Srandakan dan kemudian jalur Yogya-Brosot. Seperti di Yogyakarta, jalur trem pun dibangun di Banyumas yang akhirnya tidak hanya digunakan sebagai angkutan hasil perkebunan namun juga sebagai angkutan orang. Pada sekitar tahun 1905, pemerintah Hindia-Belanda melakukan survei dalam 10 hari, dalam rentang waktu tersebut rata-rata orang yang menggunakan trem mencapai 1610 orang, jumlah yang cukup banyak pada masa itu.

Pada masa pendudukan Jepang, banyak rel-rel yang dirusak dan diangkut oleh orang-orang Jepang untuk dijadikan bahan senjata. Adapula pendapat yang mengatakan bahwa rel-rel tersebut dibawa ke negara Myanmar dan Vietnam. Rel tersebut digunakan untuk membangun jalur kereta api di negara-negara yang terlibat Perang Dunia II secara tidak langsung.

Kini, zaman sudah semakin modern. Munculah berbagai transportasi umum, salah satunya ojek. Ojek sendiri memiliki sejarah baik dari asal kata maupun perkembangannya. Awalnya, ojek beroperasi menggunakan sepeda, hingga kini sudah memakai sepeda motor. Saat itu penumpang bisa memilih untuk diboncengkan pemilik ojek ataupun mengemudikan sendiri, tentunya tarifnya pun berbeda. Namun, sampai hari ini ojek belum mempunyai payung hukum.

Masalah transportasi di masa modern ini adalah tentang timbulnya kemacetan karena pertumbuhan kendaraan yang pesat terutama di kota-kota besar, seperti Yogyakarta. Masalah tentang angka kecelakaan yang tinggi pun sering terjadi. Apalagi, setelah munculnya transportasi yang berbasis online masalah seolah semakin menjadi masalah. Sopir ojek konvensional merasa seolah hadirnya ojek online merebut pelanggannya dan mengakibatkan pendapatannya menurun. Konflik tentang ojek ini menjadi dinamika tersendiri bagi transportasi umum di Indonesia.

[1] Alumni Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta