KEBIJAKAN DAN KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA DARI B.J. HABIBIE SAMPAI SBY

Indosnesia merupakan negara yang kaya akan budaya, suku bangsa, dan bahasa. Dengan kekayaan tersebut tentunya membutuhkan sosok pemimpin yang mampu mengorganisasikan negara dan menyejahterakan rakyat. Terhitung dari 17 Agustus 1945 sampai tahun 2017 ini terhitung sudah tujuh kali pergantian pemimpin, dari mulai sang proklamator Indonesia yaitu Soekarno, dilanjutkan Soeharto, B.J Habiebie, Abdurrahman Wahid (Gusdur), Megawati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan yang saat ini masih menjabat yaitu Joko Widodo.

Setiap peralihan pemimpin dan pergantian Presiden tersebut tentunya menghasilkan kebijakan-kebijakan yang berbeda, ini dikarenakan pada setiap pemimpin mempunyai pemikiran dan cara yang berbeda pula untuk dapat menyejahterakan rakyatnya. Dalam kebijakan yang dibuatnya tentu adanya pro dan kontra dalam pembuatannya maupun dalam pelaksanaannya. Dalam tulisan ini akan dibahas tentang kebijakan-kebijakan dan karakteristik kepemimpinan Presiden Republik Indonesia pada zaman reformasi mulai dari B.J Habibie sampai dengan kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.

  1. J. Habibie

Pemerintahan B.J. Habibie dimulai sejak lengsernya Soeharto dengan tuntutan Reformasi yang di laksanakan oleh mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam aksi keprihatinan menuntut adanya reformasi disegala bidang, berpuncak pada tuntutan turunnya Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998. Masa kabinet habibie diberi nama kabinet reformasi pembangunan, pada masa kepemimpinan Habibie pemerintah memberikan kebebasan bagi pers di dalam pemberitaannya, dan banyak bermunculan media massa.

Selain itu pada Presiden ketiga ini juga melakukan perubahan dibidang politik lainnya yaitu mengeluarkan UU No.2 Tahun 1999 tentang Partai Politik, UU No.3 Tahun 1999 tentang Pemilu, dan UU No.4 Tahun 1999 tentang MPR dan DPR. Selain itu juga terjadi masalah hak asasi manusia di Timor Timur, yang menyebabkan wilayah tersebut lepas dari NKRI. Setelah itu pertanggungjawabannya sebagai Presiden ditolak oleh MPR, kemudian pada hari yang sama juga dirinya mengundurkan diri dari pencalonan presiden.

  1. Abdurrahman Wahid (Gusdur)

Penolakan MPR atas pertanggungjawaban Presiden Habiebie memicu terpilihnya Gusdur sebagai Presiden RI ke empat. Dalam pemerintahannya Gusdur membentuk Kabinet Kerja, membentuk dewan ekonomi nasional, menetapkan agama Kongucu, menetapkan tahun baru Imlek sebagai libur nasional, selain itu Gusdur mencoba membubarkan partai Golkar namun tidak berhasil karena tidak adanya ketentuan hukum.

Pada masa jabatannya Gusdur sering berkunjung keluar negeri untuk memperbaiki citra Indonesia dan membuka peluang kerjasama. Selain itu Gusdur melakukan perdamaian dengan Israel, Gusdur juga menjunjung tinggi umat beragama, menekankan bahwa Islam tidak boleh memandang segala sesuatu yang berbau Barat adalah kesalahan. Kepemimpinan Gusdur tidak berlangsung lama, hanya berlangsung tiga tahun.

  1. Megawati Soekarno Putri

Megawati menjadi pemimpin Indonesia ke lima setelah ia dilantik menjadi Presiden pada tanggal 23 Juli 2001 menggantikan Gusdur yang saat itu Megawati adalah sebagai wakil dari Gusdur. Sebutan nama kabinetnya adalah kabinet Gotong Royong, pada tahun 2003 pemerintah mengalokasikan pembayaran utang luar negeri sebesar Rp.116,3 triliun. Salah satu keputusan Megawati yang sangat penting juga adalah Indonesia mengakhiri kerjasamanya dengan IMF.

Namun ekonomi dibawah pemerintahan Megawati tidak mengalami perbaikan yang nyata dibandingkan sebelumnya, kondisi perekonomian masih terus dalam ketidakpastian. Masalah pertumbuhan ekonomi, investasi dan pengangguran adalah gambaran yang paling suram dibawah kabinet gotong royong tersebut. megawati dianggap gagal melaksanakan agenda reformasi dan tidak mampu mengatasi krisis bangsa. Hal ini menyebabkan penurunan kepercayaan dari rakyat kepadanya, dimana pada pemilihan presden selanjutnya rakyat lebih memilih dan menaruh harapan kepada SBY dan wakilnya Jusuf kalla.

  1. Susilo Bambang Yudhoyono

Pemerintahan SBY berlangsung dua periode, yang pertama pada tahun 2004-2009 dengan wakilnya yaitu Jusuf Kalla dimana pemerintahannya mampu mengurangi pengangguran, dan mengurangi tingkat kemiskinan. Namun dalam kepemimpnannya juga terdapat kebijakan yang kontroversial yaitu mengurangi subsidi BBM, subsidi tersebut dialihkan pada sektor pendidikan dan kesehatan. Kebijakan lainnya yang menimbulkan kontroversi adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. Namun kebanyakan bantuan ini tidak sampai kepada yang berhak, dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial.

Periode kedua pada masa pemerintahan SBY dengan wakilnya Boediono pada tahun 2009-2014, SBY banyak melakukan perubahan terutama dalam bidang perekonomian dimana kebijakan perekonomian yang mengarah ke Amerika Serikat berganti ke arah China yang dalam kebijakan tersebut adanya pembasmian korupsi tanpa pandang bulu. Gemilangnya fondasi perekonomian Indonesia direspon internasional dengan menjadikan Indonesia salah satu negara pilihan tempat berinvestasi dimana efeknya adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, Indonesia juga menjadi ekonomi nomor 17 terbesar di dunia menrut IMF.

 Oleh. Wisnu Panji Pramono

Pendidikan Sejarah 2013 A

#KIPER(kajian peristiwa) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah 2017

Dinamika Transportasi Umum Indonesia

Oleh : Aris Wahyudi, S.Pd.

Transportasi merupakan salah satu kebutuhan yang tidak dapat lepas dari kehidupan manusia. Awalnya, wujud alat-alat transportasi masih sangat sederhana yaitu ditarik dengan tenaga manusia, ditarik menggunakan hewan, muncul sepeda, hingga alat transportasi bermesin seperti trem dan kereta api.

Di Jawa, alat transportasi yang ditarik hewan seperti dokar, cikar, dll banyak digunakan sebelum masuknya trem dan kereta api. Sejarah perkeretaapian Indonesia dimulai dari pembangunan rel pertama Semarang-Tanggung pada 17 Juni 1864 di Semarang. Pada tahun yang sama pula dimulailah pembangunan jalur kereta api dari Semarang ke Surakarta dan Yogyakarta dengan memanfaatkan penduduk pribumi untuk kerja rodi. Jalur yang dibangun pertama kali adalah jalur Semarang-Vorstenlanden, yang dibuka untuk umum pada tahun 1873 dan bertujuan untuk memudahkan pengangkutan gula dari perkebunan ke pabrik.

Selanjutnya, pembangunan jalur jalur kereta api pun merambah ke daerah yang memiliki potensi sumber daya alam yang baik. Untuk itu, dibangunlah jalur Yogyakarta-Brosot yang dilakukan dalam dua tahap yaitu jalur Yogya-Srandakan dan kemudian jalur Yogya-Brosot. Seperti di Yogyakarta, jalur trem pun dibangun di Banyumas yang akhirnya tidak hanya digunakan sebagai angkutan hasil perkebunan namun juga sebagai angkutan orang. Pada sekitar tahun 1905, pemerintah Hindia-Belanda melakukan survei dalam 10 hari, dalam rentang waktu tersebut rata-rata orang yang menggunakan trem mencapai 1610 orang, jumlah yang cukup banyak pada masa itu.

Pada masa pendudukan Jepang, banyak rel-rel yang dirusak dan diangkut oleh orang-orang Jepang untuk dijadikan bahan senjata. Adapula pendapat yang mengatakan bahwa rel-rel tersebut dibawa ke negara Myanmar dan Vietnam. Rel tersebut digunakan untuk membangun jalur kereta api di negara-negara yang terlibat Perang Dunia II secara tidak langsung.

Kini, zaman sudah semakin modern. Munculah berbagai transportasi umum, salah satunya ojek. Ojek sendiri memiliki sejarah baik dari asal kata maupun perkembangannya. Awalnya, ojek beroperasi menggunakan sepeda, hingga kini sudah memakai sepeda motor. Saat itu penumpang bisa memilih untuk diboncengkan pemilik ojek ataupun mengemudikan sendiri, tentunya tarifnya pun berbeda. Namun, sampai hari ini ojek belum mempunyai payung hukum.

Masalah transportasi di masa modern ini adalah tentang timbulnya kemacetan karena pertumbuhan kendaraan yang pesat terutama di kota-kota besar, seperti Yogyakarta. Masalah tentang angka kecelakaan yang tinggi pun sering terjadi. Apalagi, setelah munculnya transportasi yang berbasis online masalah seolah semakin menjadi masalah. Sopir ojek konvensional merasa seolah hadirnya ojek online merebut pelanggannya dan mengakibatkan pendapatannya menurun. Konflik tentang ojek ini menjadi dinamika tersendiri bagi transportasi umum di Indonesia.

[1] Alumni Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta

Sosok Putih Dalam Perjalanan Gerilya Jenderal Soedirman

Kisah perang gerilya melawan penjajah Belanda yang dilakukan oleh prajurit Tentara Nasional Indonesia di bawah kepemimpinan Panglima Besar TNI Jendral Soedirman. Sudah menjadi legenda dan bacaan wajib bagi para siswa di Indonesia. Merupakan kisah yang inspiratif dan membangkit semangat sebuah perjuangan.

Jenderal soedirman saat bergerilya ketika itu menderita sakit parah. Dengan hanya sebalah paru-paru yang berfungsi, ia memimpin perlawanan pasukan TNI melawan militer Belanda yang dari segi persejataannya lebih lengkap dan modern. Menurut penuturan mantan pegawai Jendral Soedirman di perang kemerdekaan, Letjen TNI Angkatan Darat (purn) Tjokropranolo, perjuangan Jendral Soedirman saat itu memang berat. Dengan ditandu karena semakin parah penyakitnya, beliau tetap bergerilya keluar masuk hutan, naik turun bukit, serta menyusup ke perkampungan. Sementara kota-kota besar di Jawa dikuasai militer Belanda, sehingga Jendral Soedirman menghindari kawasan tersebut. Jika bukan karena tekad yang bulat, keyakinan penuh pada tujuan perjuangan, dan iman yang kuat mungkin banyak orang lebih memilih untuk menyerah saja.

Pada Januari 1949, pasukan Belanda masih di Indonesia. Mengepung konsentrasi gerilya Jendral Soedirman. Pada saat itu beliau adalah orang yang paling dicari oleh tentara Belanda. Para pengawalnya pada saat itu sangat berhati-hati dalam bergerak agar posisinya tidak diketahui Belanda. Mungkin saja ada mata-mata atau informan yang disebar di desa-desa oleh Belanda untuk melacak keberadaan Jendral Soedirman. Ketika para kelompok gerilyawan hendak memotong jalan Ponorogo-Trenggalek pada 26 Januari 1949, Tjokropranolo seperti biasa terlebih dahulu mencari seorang penunjuk jalan. Oleh penduduk daerah itu, Tjokropranolo diperkenalkan pada seorang penunjuk jalan bernama Putih. Mula-mula Tjokropranolo merasa aneh, mengapa justru orang berperawakan kecil dan berkulit putih itu yang dipilih sebagai pemandu. Sedangkan di sekeliling dia banyak orang lain yang postur badannya besar dan kokoh. Dalam perjalanan antara Desa Gunungtukul ke Desa Ngideng, si Putihlah yang menjadi pemandu. Si Putih ini orangnya memang sedikit aneh, tetapi perangainya lembut dan gerakannya lincah.

Di Ngideng, rombongan gerilya Jendral Soedirman beristirahat di rumah seseorang yang cukup berada dan rombongan ini dilayani dengan baik dan dipersilahkan menginap dirumah itu. Tidak jauh dari rumah tersebut, terdapat sungai yang airnya cukup deras. Sehingga banyak yang lebih senang mandi dan buang air di sungai daripada di sumur. Disini, Tjokropranolo merasa curiga terhadap si Putih. Karena dia tidak mau mandi bersama para rombongan gerilyawan ia malah memilih mandi di tempat yang jauh. Tjokropranolo pun memerintahkan seorang anggota rombongan Mustafa mengikuti si Putih. Ia khawatir si Putih sudah tahu siapa yang ditandu dan takut membelot kepada Belanda serta melaporkannya yang tengah berada di Ponorogo.

Setelah mengamati si Putih, Mustafa dengan tertawa lebar melaporkan kepada Tjokropranoto bahwa si Putih adalah seorang wanita yang bertabiat kelaki-lakian atau tomboy. Kendati Tjokropranolo tidak mengira telah dituntun oleh seorang waria, namun dia mengakui peranannya. “Sungguh tidak mengira kita selamat”. Konon menurut cerita, di daerah Ponorogo pada masa lalu memang ada anak laki-laki (gemblak) yang mempunyai sifat kewanitaan yang memang disenangi oleh para Warok. Bagi pembaca yang memahami budaya Reog Ponorogo tentunya bisa memahami hal ini.

Nama : Gossy cahya P

Kelas : Pendidikan Sejarah 2015 B

RENAISANCE EROPA

Muhammad Feris Dumadi

Pendidikan Sejarah 2015 A

  • Latar belakang

Munculnya Renaisans adalah sebagai usaha pembaruan kebudayaan Romawi dan Yunani yang pada abad tengah / masa kegelapan sempat dilupakan, yaitu tipe manusia otonom dan mandiri. Pada abad 12 ada suatu penmuan kembali literatur Yunani dan Romawi yang terjadi di seluruh Eropa. Peristiwa tersebut akhirnya menyebabkan perkembangan gerakan humanis pada abad ke-14. Orang-orang humanist meyakini bahwa setiap individu meili arti penting dalam masyarakat. Pertumbuhan minat dalam humanisme meneyebabkan perubahan dalam seni dan ilmu yang membentuk konsepsi umum dari Renaisans. Middle Age merupakan zaman kegelapan dimana Eropa sedang mengalami masa suram. Berbagai kreativitas sangat diatur oleh gereja. Gereja sangat mendominasi dalam kehidupan Eropa pada masa itu. Agama Kristen sangat mempengaruhi berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, seolah raja tidak mempunyai kekuasaan, justru malah gereja lah yang mengatur pemerintahan. Berbagai hal diberlakukan demi kepentingan gereja. Pemikiran manusia pada Abad Pertengahan ini mendapat doktrinasi dari gereja. Hidup seseorang selalu dikaitkan dengan tujuan akhir (ekstologi). Kehidupan manusia pada hakekatnya sudah ditentukan oleh Tuhan hingga berkembangnya pemikiran-pemikiran filsafat. Maka tujuan hidup manusia adalah mencari keselamatan. Pemikiran tentang ilmu pengetahuan banyak diarahkan kepada theology.

Pemikiran filsafat berkembang sehingga lahir filsafat scholastik yaitu suatu pemikiran filsafat yang dilandasi pada agama dan untuk alat pembenaran agama. Oleh karena itu disebut Dark Age atau Zaman Kegelapan. Dengan adanya berbagai pembatasan yang dilakukan pihak pemerintah atas saran dari gereja maka timbulah sebuah gerakan kultural, pada awalnya merupakan pembaharuan di bidang kejiwaan, kemasyarakatan, dan kegerejaan di Italia pada pertengahan abad XIV. Sebelum gereja mempunyai peran penting dalam pemerintahan, golongan ksatria hidup dalam kemewahan, kemegahan, keperkasaan dan kemasyuran. Namun, ketika dominasi gereja mulai berpengaruh maka hal seperti itu tidak mereka peroleh sehingga timbullah semangat renaissance. Menurut Ernst Gombrich munculnya renaissance sebagai suatu gerak kembali di dalam seni, artinya bahwa renaissance tidak dipengaruhi oleh ide-ide baru. Misalnya, gerakan Pra-Raphaelite atau Fauvist merupakan gerakan kesederhanaan primitif setelah kekayaan gaya Gotik Internasional yang penuh hiasan.[1]

Menurut Prancis Michel De Certeau renaissance muncul karena bubarnya jaringan-jaringan sosial lama dan pertumbuhan elite baru yang terspesialisasi sehingga gereja berusaha untuk kembali mendesak kendali dan manyatukan kembali masyarakat lewat pemakaian berbagai teknik visual-dengan cara-cara mengadakan pameran untuk mengilhami kepercayaan, khotbah-khotbah bertarget dengan menggunakan citra-citra dan teladan-teladan dan sebagainya yang diambil dari pemikiran budaya klasik sehingga dapat mempersatukan kembali gereja yang terpecah-belah akibat skisma (perang agama).

Renaissance muncul dari timbulnya kota-kota dagang yang makmur akibat perdagangan mengubah perasaan pesimistis (zaman Abad Pertengahan) menjadi optimistis. Hal ini juga menyebabkan dihapuskannya system stratifikasi sosial masyarakat agraris yang feodalistik. Maka kebebasan untuk melepaskan diri dari ikatan feodal menjadi masyarakat yang bebas. Termasuk kebebasan untuk melepaskan diri dari ikatan agama sehingga menemukan dirinya sendiri dan menjadi focus kemajuan. Antroposentrisme menjadi pandangan hidup dengan humanisme menjadi pegangan sehari-hari. Selain itu adanya dukungan dari keluarga saudagar kaya semakin  menggelorakan semangat Renaissance sehingga menyebar ke seluruh Italia dan Eropa.[

Latar belakang timbulnya Renaissance jika dilihat dari beberapa aspek adalah kondisi sosial, budaya, politik, dan ekonomi Abad Pertengahan.

Kondisi sosial

Saat itu kehidupan masyarakat Eropa sangat terikat pada doktrin gereja. Segala kegiatan kehidupan ditujukan untuk akhirat. Masyarakat kehilangan kebebasan untuk menentukan pribadinya, dan kehilangan harga dirinya. Kehidupan manusia tidak tenteram karena senantiasa diintip oleh intelijen gereja, sehingga menimbulkan sikap saling mencurigai dalam masyarakat.

Kondisi budaya

Terjadi pembatasan kebebasan seni dalam arti bahwa seni hanya tentang tokoh-tokoh Injil dan kehebatan gereja. Semua kreasi seni ditujukan kepada kehidupan akhirat sehingga budaya tidak berkembang. Demikian pula dalam bidang ilmu pengetahuan karena segala kebenaran hanya kebenaran gereja.

Kondisi politik

Raja yang secara teoritis merupakan pusat kekuasaan politik dalam negara, kenyataannya hanya menjadi juru damai. Kekuasaan politik ada pada kelompok bangsawan dan kelompok gereja. Keduanya memiliki pasukan militer yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk melancarkan ambisinya. Adakalanya kekuatan militer kaum bangsawan dan kaum gereja lebih kuat dari kekuatan militer milik raja.

Kondisi ekonomi

Berlaku sistem ekonomi tertutup, yang menguasai perekonomian hanya golongan penguasa.Kondisi-kondisi di atas menyebabkan masyarakat Eropa terkungkung dan tidak memiliki harga diri yang layak sebagai manusia. Oleh karena itu timbullah upaya-upaya untuk keluar dari keadaan tersebut.Perubahan-perubahan yang terjadi akibat upaya untuk keluar dari kondisi Abad Pertengahan menjadi latar belakang langsung munculnya Renaissance, sebagai berikut :

®       Kehidupan sosial masyarakat Eropa yang tidak lagi mau terbelenggu oleh ikatan gereja. Mereka memalingkan diri dari kehidupan akhirat kepada keduniaan sehingga pengaruh gereja merosot. Kehidupan materialistis semakin berkembang mendesak kehidupan keagamaan.

®       Masyarakat berlomba-lomba memasuki kawasan kota dagang dan kota industri, menjadi buruh dengan tujuan berusaha merubah kehidupan ekonomi ke arah yang lebih baik. Petani-petani yang pada Abad Pertengahan setia mengerjakan tanah para bangswan feodal, kini hilang berganti dengan golongan masyarakat baru yang disebut buruh pabrik.

®       Seiring dengan laju urbanisasi, berubah pula fungsi kota dari fungsi politis menjadi juga pusat perdagangan dan industri.

®       Munculnya kaum borjuis sebagai kelompok baru yang kaya dan mampu menyaingi kaum bangsawan. Kelompok borjuis yang menguasai perdagangan tidak suka pada kelompok bangsawan dan gereja, sehingga hanya mau membayar pajak kepada raja. Akhirnya raja kembali memegang kekuasaan politik tertinggi yang ditaati perintahnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

Naskah-naskah ilmu pengetahuan Yunani dan Romawi Kuno dijumpai kembali oleh masyarakat Barat, dibawa oleh ilmuwan yang lari dari Konstantinopel ke Italia setelah Konstantinopel jatuh ke tangan Turki.

®       Timbulnya kota-kota dagang yang makmur akibat perdagangan mengubah perasaan pesimistis (zaman Abad Pertengahan) menjadi optimistis. Hal ini juga menyebabkan dihapuskannya sistem stratifikasi sosial masyarakat agraris yang feodalistik. Maka kebebasan untuk melepaskan diri dari ikatan feodal menjadi masyarakat yang bebas. Termasuk kebebasan untuk melepaskan diri dari ikatan agama sehingga menemukan dirinya sendiri dan menjadi fokus pada kemajuan diri sendiri. Antroposentrisme menjadi pandangan hidup dengan humanisme menjadi pegangan sehari-hari. Selain itu adanya dukungan dari keluarga saudagar kaya semakin menggelorakan semangat Renaissance sehingga menyebar ke seluruh Italia dan Eropa.

 

 

  • Masa Renaisans

 

Renaisans kemungkinan berkembang pada era Leonardo Da Vinci yang berasal dari Italia, bisa dikatakan Renaisans berkembang pesat pada generasi emas Leonardo Da Vinci yang banyak tercetus cendekiawan-cendekiawan  hebat dunia dan berjasa merumuskan teori pengetahuan alam yang pada masa itu pertentangan tentang fenomena alam sesaat pudar oleh renaissance itu. Negara-negara kota Italia Utara yang mengembangkan renaisans adalah pusat-pusat perkotaan yang maju dimana banyak orang yang memiliki kekayaan, kebebasan, dan kecenderungan untuk mengembangkan seni dan menikmati kehidupan duniawi. Dan di Italia pun sisa-sisa keagungan Romawi kuno masih banyak dilihat di mana-mana, jalan-jalan, monumen-mnumen, dan manuskrip-manuskrip Romawi yang memperbesar hubungan Italia kepada masa silam Romawinya. Negara-negara kota Italia yang berkembang sebagai pusat-pusat komersil perbankan yang berkembang pesat dan telah memonopoli perdagangan di Mediterania selama abad kedua belas dan ketiga belas.

Florence, kota utama Renaisans membantu melawan kecenderungan kearah depotisme untuk waktu yang panjang. Namun pada petengahan abad kelima belas, republikanisme Florence pun menyerah di hadapan intrik-intrik suatu keluarga yang kaya raya, Medice. Mereka telah menobatkan diri berkuasa pada 1430-an atas kembalinya Cosimo De’ Medici dari pembuangan. Keluarga Medici merupakan salah satu keluarga yang terkenal di Italia pada zaman renaissance. Keluarga ini mulai mempunyai nama terhormat dalam masyarat pada abad keXIV ketika Averardo de Medici yang terkenal dengan nama Bicci berhasil dalam usahawan swasta ulat sutera, kain lenen dan akhirnya menjadi bankir. Usaha ini dilanjutkan anaknya yang bernama Giovanni di Bicci meluas ke luar Italia. Keluaga Medici mulai terlibat dalam berbagai bidang terutama politik, ketika Giovani terpilih menjadi hakim agung di Florancia pada 1421.

Keluarga Medici merupakan salah satu keluarga yang terkenal di Italia pada zaman renaissance. Keluarga ini mulai mempunyai nama terhormat dalam masyarat pada abad keXIV ketika Averardo de Medici yang terkenal dengan nama Bicci berhasil dalam usahawan swasta ulat sutera, kain lenen dan akhirnya menjadi bankir. Usaha ini dilanjutkan anaknya yang bernama Giovanni di Bicci meluas ke luar Italia. Keluaga Medici mulai terlibat dalam berbagai bidang terutama politik, ketika Giovani terpilih menjadi hakim agung di Florancia pada 1421.

Giovani mempunyai dua anak yang bernama Casimo dan Lorenzo. Casimo berhasil menjadikan keluarga Medici mencapai puncak kejayaan pada bidang politik, ekonomi bahkan agama. Ia juga tokoh utama yang menjadi pelopor dan pelindung bidang budaya, kesenian dan ilmu pengetahuan. Casimo adalah pewaris etos kerja orang Florencia yaitu per non dormire sehingga ia memadukan usaha bidang politik, ekonomi, kebudayaan dan ilmu pengetahuan dengan semboyan tersebut. Jasanya antara lain menjadi pendukung utama untuk mendirikan Accademia Plato di Florencia pada tahun 1642 sehingga ia ikut serta dalam menentukan arah perkembangan dunia akedemisi. Kemudian mendorong mendirikan Akademia Seni pada 1460 yang dipimpin oleh Michelangelo. Ia juga mendorong seniman untuk bersemboyan I’art pour I’art bukan I’art pour d’argent (seni untuk uang).

Secara dramatis, cara-cara kehidupan baru pun mucuncul negara kota Italia. Para pebisnis kaya memainkan peran pemimpin dalam kehidupan politis dan budaya kota. Kemudian seni bertindak sebagai suatu fokus kebanggan dan patriotisme warga negara. Para anggota kelas atas perkotaan menjadi pelindung seni, menyediakan dana untuk mendukung seniman dan penilis yang berbakat. Seniman-seniman besar muncul sebagai orang terkenal karena hasil karyanya yang hebat.

Masyarakat renaisans juga juga ditandai dengan tumbuhnya cara pandang sekuler. Dibangktikan oleh kehidupan aktif kota dan hasrat untuk menkmati kesenangan duniawi yang dapat diperoleh uangnya. Akibatnya, para anggota kelas atas kurang memperhtikan agama, atau seditaknya tidak mengizinkan hal itu mengganggu pencarianya didunia. Tantangan dan kesenangan hidup yang baik didunia ini tampak lebih menggairahkan daripada janji surga. Cara pandang ini menemukan ungkapan dalam seni dan kesusastraan Renaisans.

Jika kita lihat cara pandang Renisans adalah semangat sekuler Renaians menemukn ekspresinya dalam tumbuhnya ketertarikan pada literatur duniawi dari Yunani dan Romawi kuno serta teori politik yang memisahkan politik dari prinsip-prinsip kristen.[4]

Meskipun sebagian besar merupakan gerakan yang sekuler, humanisme italia bukan tak beraga Kristen. Memang, para humanis sering membahas masalah masalah moral dengan cara yang seluruhnya sekuler, tetapi ketika membahas-masalah masalah religius dan theologis, mereka tidak menentang kepercayaan kristen atau menanyakan keabsahan alkitab. Akan tetapi mereka benr benar menyerang filsafat skolastik dengan arguen-argumen yang sangat teliti. Sebagai gantinya, mereka menekan bentuk agama Kristen yang lebih murni, yang didasarkan pada studi langsung Allkitab dan tulisan-tulisan oleh bapa gereja.

Sebagai pandangan Renaisans dan Humanisme Jika seseorang berpendapat ada manfaatnya mencapai kenahagiaan dunia, bukan bagi diri sendiri, melainkan kebhagiaan bagi darah, bahwa penyakit, kemelaratan, bahaya lapar, dan bencara lainya yang tak diterima lagi sebagai hal-hal yang di tetapkan oleh tuhan, melainkan bahwa semua hal itu di anggap sebagai tantangan terhadap akal budi manusia dan rasa persaudaraan manusia. Faham modern mengadakan social planing itu berakar pada Humanisme.[5]

Arti penting Renaisans disampaikan melalui seni, khususnya arsitektur, seni pahat, dan seni lukis. Mereka sama Kreatif dan produktif. Inilah Sumbangan Renaissance Kepada Eropa :

  • Kemunculan aliran pemikiran yang mementingkan kebebasan akal seperti alirn baru Eropa hingga abad ke 18 seperti Humanisme, rasionalisme, nasionalisme dan absolutisme berani mempersoalkan kepercayaan dan cara pemikiran lama yang diamalkan selama ini secara langsung melemhkan kekuasaan golongan feudal.
  • Itali telah menjadi pusat ilmu yang terkenal di Eropa pada abad ke 15. Hal ini terjadi apabila Kota constntinople dikuasai oleh Islam telah jatuh ke tangan orang Barat pada tahun 1453. Keadaan ini telah menyebabkan ramai para ilmuan Islam berhijrah ke pusat-pusat perdagangan di Itali. Ini menyebabkan Itali menjadi pusat intelektual terkenal di Eropa pada masa itu.
  • Renaissance telah membentuk masyarakat perdagangan yang berdaya maju.Keadaan ini telah melemahkan kedudukan dn kekuasaan golongan feudal yang sentiasa berusaha menyekat perkembangan ilmu dan masyarakat di Eropa.
  • Melahirkan tokoh-tokoh pemikir seperti Leonardo de Vinci yang terkenal sebagi pelukis, pemuzik dan ahli falsafah serta jurutera. Michelangelo merupakan tokoh seni, arkitek, jurutera, penyair dan ahli anotomi.
  • Melahirkan ahli-ahli sains terkenal seperti Copernicus dan Galileo.
  • Melahirkan ahli matematik seperti Tartaglia dan Cardan yang berusaha menghuraikan persamaan ganda tiga. Tartaglia orang pertama yang menggunakan konsep matematik dalam ketenteraan iaitu mengukur tembakan peluru mariam. Cardan terlibat dalam penghasilan ilmu algebra.
  • Selain itu, Renaissance telah melahirkan tokoh-tokoh perubatan di Eropah.Antara tokoh perubatan terkenal iaitu William Harvey yang telah memberi sumbangan dalam kajian peredaran darah.
  • Renaissance telah melahirkan masyarakat yang lebih progresif dan wujud semangat inquiri sehingga membawa kepada aktiviti penjelajahan dan penerokaan.

 

Para seniman Renaisans yang besar termasuk Leonardo da Vinci (1452-1519), Michaelangelo Bounarroti (1475-1564), dan Raphael Santi (1483-1520). Mereka semua terkait erat dengan Florence. Dan didukung bantu oleh penemuan percetakan, Renaisans menyebar ke Jerman, Perancis, Inggris, dan Spanyol pada abad kelima belas dan keenam belas. Dengan demikian, bagian utara humanis, seperti di Italia yang mendalam dikhususkan untuk mendalami hal-hal kuno. Tapi tidak ada dalam humanisme utara membandingkan dengan kecenderungan non-Kristen Renaisans Italia. Para orang utara yang terutama tertarik pada diskusi mengenai apa yang membentuk agama Kristen yang asli. Mereka mencari model dalam terang dimana mereka bisa kapan saja merefprmasi gereja yanng korup.

 

  • Humanisme Perancis dan Inggris

Francois Rabelais (lk. 1494-Ik. 1553), biarawan terdahulu mencontohkan semangat humanisme di Perancis. Menanggapi dogmatise religius, Rebelais menegaskan kebaikan hakiki individu dan hak untuk menikmati dunia ketimbang terikat oleh kekuatan atas tuhan yang menghukum.[6]

Cerita rakyatnya, yaitu menceritakan perayaan dari seseorang yang merayakan kegembiraan duniawi, mengungkapkan penghargaan kepada pengetahuan sekuler, suatu keyakinan pada sifat dasar manusia, yang menyerang ordo-ordo monastik dan pendidikan yang diselenggarakan kaum pendeta karena mencekik semangat manusia.

Humanis yang berpengaruh pada Renaisans Inggris mula-mula ialah sir Thomas more (1478-1535), yang belajar di Oxford. Dampaknya berasal baik dari tulisan maupun karirnya. Bukunya yang paling terkenal ialah “Utopia” telaah Utopia utama yang pertma yang ditulis di Barok sejak Republic-nya Plato dan salah satu karya paling asli diseluruh Renaisans. Banyak humanis menyerang kekayaan pribadi sebagai sumber utama kesombongan, ketamakan, dan kekejaman manusia. Tetapi, hanya More yang mampu membawa wawasan ini kepada kesimpulan logisnya; didalam Utopia, dia meminta penghapusan hak milik pribadi. Dia mempunyai pengertian yang tajam atas kelemahan manusia untuk menganggap bahwa orang dapat menjadi sempurna, tetapi dia menggunakan Utopia untuk meminta perhatian atas penyalahgunaan kontemporer dan menganjurkan pembaharuan-pembaharuan Radikal.[7]

 

  • Pengaruh Perang Salib di Zaman Renaisans

Perang salib merupakan peristiwa yang selalu di kenang oleh bangsa- bangsa di eropa bagian barat yang merupakan penganut katolik Roma. Perang salib juga menmbulkan kenangan pahit. Banyak pula kritikan pedas terhadap perang salib di Negara- Negara eropa barat pada masa renaisans.

Perang salib sangat mempengaruhi eropa pada abad pertengahan.pada masa itu, sebagian besar benua dipersatukan oleh kekuasaan kapuasan, tetapi pada abad ke 14, perkembangan birokrasi yang terpusat (dasar dari Negara-negara modern) sedang pesat di perancis, inggris, burgundy, portugis, castilia, dan aragon. Hal ini sebagian di dorong oleh dominasi gereja pada masa awal perang salib.

Meskipun benua eropa telah bersinggungan dengan budaya islam selama berabad-abad melalui hubungan antara semenanjung Liberia dengan sisilia, banyak ilmu penegtahuan di bidang-bidang sains, pengobatan dan arsitektur  diserap dari dunia islam kedunia barat selama masa perang salib. Pengalaman militer perang salib juga memiliki pengaruh di Eropa, seperti , kastil- kastil di Eropa mulai menggunakan bahan dari batu-batuan yang tebal dan besar seperti yang di buat di timur, tidak  lagi menggunakan bahan kayu seperti sebelumnya. Sebagai tambahan, tentara salib dianggap sebagai pembawa budaya eropa ke dunia,terutama Asia.

Bersama perdagangan, penemuan-penemuan dan penciptaan-penciptaan sains baru mencapai Timur atau Barat. Kemajuan bangsa Arab termasuk perkembangan aljabar , lensa dan lain-lain mencapai barat dan menambah laju perkembangan di universitas-universitas Eropa yang kemudian mengarahkan kepada masa Renaisans pada abad-abad berikutnya.

Kebutuhan untuk memuat, mengirimkan dan menyediakan balatentara yang besar menumbuhkan perdagangan di seluruh eropa. Jalan-jalan yang sebagian besar tidak pernah digunakan sejak masa pendudukan romawi, terlihat mengalami peningkatan disebabkan oleh para pedagang yang berniat mengembangkan usahanya.ini bukan saja karena perang salib mempersiapkan eropa untuk bepergian akan tetapi lebih karena banyak orang ingin bepergian setelah diperkenalkan dengan produk-produk dari timur . hal ini juga membantu pada masa-masa awal renaisans di italia, karena banyak kota- kota di italia yang sejak awal memiliki hubungan perdagangan yang pentung dan menguntungkan dengan Negara-negara salib, baik di tanah suci maupun kemudian di daera –daerah bekas Byzantium.

Pertumbuhan perdagangan membawa banyak barang ke eropa yang sebelumnya tidak mereka kenal atau amat jarang di temukan dan sangat mahal. Barang-barang ini termasuk berbagai macam rempah-rempah,gading,batu-batu mulia,teknik pembuatan barang kaca yang maju , bentuk awal dari jeruk,apel ,hasil-hasil tanaman Asia lainnya dan banyak lagi.

Keberhasilan untuk melestarikan katolik Eropa, bagaimanapun tidak dapat mengabaikan kejatuhan kekaisaran Kristen Byzantium yang sebagian besar diakibatkan oleh kekerasan tentara salib pada perang salib keempat terhadap Kristen orthodox timur, terutama pembersihan yang dilakukan oleh Enricho Dandolo yang terkenal, penguasa Venesia dan sponsor perang salib IV.

Tanah Byzantium adalah Negara Kristen yang stabil sejak abad ke 4. Sesudah tentara salib mengambil alih Konstantinopel pada 1204,Byzantium tidak pernah lagi menjadi sebesar atau sekuat sebelumnya dan akhirnya jatuh ketangan turki pada 1453.

Perang salib merupakan cara katolik roma utamanya dalam menyelamatkan katolikisme yaitu tujuan yang utama adalah memerangi islam. Adapun tujuan yang kedua adalah mencoba menyelamatkan kekristenan, dalam konteks inilah, perang salib keempat dapat dikatakan mengabaikan tujuan yang kedua untuk memperoleh bantuan logistik bagi Dandolo untuk mencapai tujuan yang utama. Meskipun demikian, perang salib IV ditentang oleh paus pada saat itu dan secara umum dikenang sebagai suatu kesalahan besar.

Kontak antara timur dan barat mendorong munculnya kota – kota dagang di eropa barat seperti venesia,leevant, bologna dan sebagainya. Kota-kota dagang tersebut terus berkembang dengan segala kekayaan dan kemewahannya, tetapi juga saling berdiri sendiri (otonom) seperti kota- kota di yunani. Persaingan antar kota pun tidak dapat terhindari . bahkan jika perlu mereka menggunakan kekuatan militer untuk merebut dan menguasai kota-kota di sekitarnya. Oleh karena itu setiap kota berusaha untuk paling tidak mempertahankan diri dengan menggunakan tentara sewaan. Hal inilah yang akhirya mendorong munculnya kesatuan militer komersial yang bisa disewa oleh siapapun yang mampu membayarnya, yang disebut dengan istilah mercenary (condittier). Sebagai akibat lebih lanjut meletuslah kekacauan-kekacauan (anarki)dikota-kota dagang yang kaya..

Pada sisi yang lain masyarakat pada kota-kota yang kaya mulai meragukan paling tidak mempertanyakan kebudayaan mereka sediri yang dianggap paling unggul (kristen)di seluruh bumi dengan cara mempelajari koleksi perpustakaan-perpustakaan di biara-biara dan gereja-gereja. Akhirnya mereka menemukan kembali karya-karya kebudayaan yunani yang sangat mengagumkan, baik berupa karya sastra, filsafat, arsitektur, kisah-kisah kepahlawanan, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Mulai saat itulah bangsa eropa barat betul-betul kembali menengok ke belakang, yaitu ke zaman yunani dan romawi yang menandai perubahan yang dhasyat yang dijiwai oleh pandangan hidup atau kebudayaan yunani,dan lazim disebut dengan istilah renaisans.[8]

 

  • TOKOH TOKOH RENAISSANCE

 

Di antara penemuan-penemuan pada zaman Renaisans, penemuan dalam berbagai bidang merupakan penemuan utama yang mrmbawa kesempatan bagi para ahli untuk mengembangkanya.[9] Pada masa ini muncul tokoh-tokoh Renaisans diantaranya sebagai berikut:

  1.  Dante Alighiere (1265-1321)

Dante lahir pada tanggal 21 Mei 1265 di Firenze, berasal dari keluarga kaya raya. Dia pernah menjadi prajurit Firenze, ingin negaranya dapat merdeka dari pengaruh tiga kerajaan yang lebih besar yaitu Kepausan, Spanyol dan Perancis. Dante mulai menjadi pengkritik dan penentang atoritas moral Kepausan yang dinilai tidak adil dan tidak bermoral. Puncaknya dia tuangkan dalam sebuah buku yang berjudul De Monarchia (On Monarchy) yang berisi tentang kedudukan dan keabsahan Sri Paus sebagai pemimpin spiritual tertinggi Gereja Katolik, mengapa sekaligus menjadi raja dunia (Kerajaan Kepausan) yang otoriter. Hasil karya Dante antaral lain adalah La Vita Nuova (The New Life) berisi tentang gambaran pertumbuhan cinta manusia. Comedia yang ditulis ketika dia berada dalam pengasingan panjang di Revenna. Buku ini berisi tentang perjalanan jiwa manusia yang penuh kepedihan dalam perjalanan dari dunia ke alam gaib. Tokoh utamanya adalah Virgilius (nama sastrawan dari zaman Romawi kuno) yang setelah kematiannya harus melewati tiga fase yaitu inferno (neraka), purgatoria (pembersih jiwa), dan paradiso(surga).

 

  1. Lorenzo Valla (1405-1457)

Lahir di Roma pada tahun 1405 dari keluarga ahli hukum. Salah satu ungkapannya yang sangat terkenal adalah “Mengorbankan hidup demi kebenaran dan keadilan adalah jalan menuju kebajikan tertinggi, kehormatan tertinggi dan pahal tertinggi”. Hasil karyanya antara lain adalah De volupte (kesenangan) yang terbit pada tahun 1440, yang berisi kekagumannya pada etika Stoisisme yang mengajarkan pentingnya manusia itu mati raga (askese) dalam rangka mendapatkan keselamatan jiwa. Buku yang berjudul De Libero erbitrio (keinginan bebas) yang mengatakan individualitas manusia berakar pada kebesaran dan keunikan manusia, khususnya kebebasan sehingga kehendak awal Sang Pencipta tidak membatasi perbuatan bebas manusia dan tidak meniadakan peran kreatif manusia dalam sejarahnya. Judul buku De falso credita et ementita Constantini donation declamation berisi tentang donasi hadiah kepada Sri Paus oleh Kaisar Constantinus sebenarnya palsu sebab dari sudut bahasa donasi itu jelas bukan gaya bahasa abad ke4 melainkan abd ke-8.

 

  1. Niccolo Machiavelli (1469-1527)

Filosof politik Italia, Niccolo Machiavelli lahir tahun 1469 di Florence, Italia. Ayahnya, seorang ahli hukum. Pada usia 29 tahun Machiavelli memperoleh kedudukan tinggi di pemerintahan sipil Florence. Selama empat belas tahun sesudah itu dia mengabdi kepada Republik Florentine dan terlibat dalam berbagai missi diplomatik atas namanya, melakukan perjalanan ke Perancis, Jerman, dan di dalam negeri Italia. Hasil karyanya yang paling masyhur adalah The Prince, (Sang Pangeran) ditulis tahun 1513, dan The Discourses upon the First Ten Books of Titus Livius (Pembicaraan terhadap sepuluh buku pertama Titus Livius). Diantara karya-karya lainnya adalah The art of war (seni berperang), A History of Florence (sejarah Florence) dan La Mandragola (suatu drama yang bagus, kadang-kadang masih dipanggungkan orang). Tetapi, karya pokoknya yang terkenal adalah The Prince (Sang Pangeran), mungkin yang paling brilian yang pernah ditulisnya dan memang paling mudah dibaca dari semua tulisan filosofis. Machiavelli kawin dan punya enam anak. Dia meninggal dunia tahun 1527 pada umur lima puluh delapan.

 

 

  1.  Boccacio (1313-1375)

Giovani Boccacio lahir di Certaldo, Italia tahun 1313 dari seorang pedangang yang berasal dari Firenze. Hasil karyanya antara lain cerita epos seperti Thebaid atau Aenid, prosa seperti Ameto, puisi sepertiAmoroso Visione dan Ninfale Fiesolan. Puncak karyanya Decamerome,karya sastra lainnya De genealogis deorum gentilium (On The Genealogy of God) yang tersusun dalam 15 jilid.

 

  1.  Francesco Petrarca (1304-1374)

Lahir pada 20 Juli 130 di Tuscan. Ia belajar hukum di Montpellier dan melanjutkan ke Universitas Bologna. Namun, ia lebih tertarik pada seni sastra dan seni lukis. Dia seorang humanis yang mengagumi hal-hal yang serba naturalis, polos dan apa adanya. Salah satu ungkapannya pada alam dituangkan dalam karya lukis yang diberi nama Ikaros.

 

  1. Desiderius Erasmus (1466-1536)

Eramus lahir pada 27 Oktober 1466 di Gouda. Ibunya bernama Margaret. Setelah lulus dari Sekolah Atas ia melanjutkan ke biara Agustin di Styn hingga menjadi pastor kemudian melanjutkan ke Universitas Paris. Hasil karya Eramus dikelompokan menjadi tiga yaitu:

  1. Kelompok karya-karya satiris dengan tujuan ingin mengungkap segala kelemahan penyakit korup, munafik yang melanda warga masyarakat, seperti Praise of Folly (1509).
  2. Kelompok karya bernada satiris berupa pesan moral yang diharapkan dapat memperbaiki atau mempengaruhi mentalitas kaum Katolik, seperti buku yang berjudul Hand Book of the Christian Knight (1501), The Complaint of peace (1517).
  3. Kelompok dalam bentuk terjemahan kitab suci Perjanjian Baru berdasrakan naskah asli Yunani, seperti Annotations on the New Testament (1505), The Prince of the Christian Humanists.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Lampiran

 

  1. Bukti kejayaan Renaisans

Sumber: https://www.google.com/search=FlorenceI diakses pada 23 September 2016, pukul 22.46 WIB.

Sumber: http://arti-sejarah.blogspot.co.id/2012/11/zaman-renaisans-dan-historiografi-masa.html diakses pada 23 September 2016, pukul 23:15 WIB.

[1] Hogel, G.E.F, Filsafat Sejarah, Pustaka Pelajar,Yogyakarta, 2007, hlm 80

[2] Born Aleson,  Sejarah Renaisans Eropa, Kreasi Wacana, Yogyakarta, 2009, hlm 23.

[3] Ibid hlm 29.

[4] Marvin Perry,  Perabadan Barat Dari Zaman Kuno Sampai Zaman Pencerahan,  Kreasi Wacana, Yogyakarta, 2014, hlm. 301

[5] J.M Romein (diterjemahkan oleh Noer Torgiman) , Aera Eropa, Ganaco N.V, Bandung, 1950, hlm 72.

[6] Marvin Perry, Peradaban Barat Dari Zaman Kuno Sampai Zaman Pencerahan, Kreasi Wacana, Yogyakarta, 2014, hlm 312.

[7] Ibid hlm 313.

[8] Wahjudi Djaja, Sejarah Eropa Dari Eropa Kuno Hingga Eropa Modern, Ombak, Yogyakarta, 2012, hlm 69.

[9] Ibid hlm 82.

PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH PERIODE 2017

PENGURUS INTI

Ketua : Kurniawan Ivan Prasetyo

Wakil Ketua : Novendy Yusuf

Sekretaris 1 : Rosyidah Ayu Widyawati

Sekretaris 2 : Uswatun Nurjannah

Bendahara 1 : Asna Dwi Susanti

Bendahara 2 : Iin Rahayu

PSDM (Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa)

Kepala Divisi : Pradipta Bagas Trisnaputra

Wakil Kepala Divisi :  Charisma Kameswara Eka P

Staff :

  • Irfan Nur Rosyid
  • Ahmad Fauzi
  • Yoga Ardy Wibowo
  • Jovanka Vika Amalia
  • Kristina Wahyu Setyaningsih
  • Tripramudita Dewimurti
  • Fahrizal H.A
  • Dessy Anna Paramita

MIBA (Minat dan Bakat)

Kepala Divisi : Muhammad Feris Dumadi

Wakil Kepala Divisi : Irfan Nur Ridwan

Staff :

  • Nita Hastuti
  • Arif Nanda Febriansa Risky
  • Dimas Aji Baramtara
  • Amie Rinawati
  • Diza Wulan Sary
  • Ramadana fajar N
  • Esti Nur Sawitri
  • Anisa Meydianti

LITBANG (Penelitian dan Pengembangan)

Kepala Divisi : Hasna Anggriani

Wakil Kepala Divisi : Dwi Safitri

Staff :

  • Tanisa Aulia Chika Rizky
  • Muhammad Hisyam
  • Agustin Tri Wulandari
  • Asyif Awaludin Romadhoni
  • Erni Dea Mursilah
  • Dha Widhi Witir
  • Anas Abdul Rahim Hummam
  • Hardika Nopiani Putri

JUPE (Jurnalistik dan Pers)

Kepala Divisi : Muhammad Afrizal

Wakil Kepala Divisi : Nosis Noer Dimas H

Staff :

  • Gossy Cahya P
  • Dian Amalia Kusumaningtyas
  • Rizki Bayundhita
  • Mu’arifah
  • Hassanudin
  • Nurul Mustafidah
  • Eti Refianti
  • Zulita Andan Sari

JAM (Jaringan Advokasi Mahasiswa)

Kepala Divisi : Danang Jatmiko

Wakil Kepala Divisi : Asih Trisna Wati

Staff :

  • Dina Damyanti
  • Anggit Setyo Prakoso
  • Dita Wulandari
  • Khilda Zaenina
  • Frida Riyandari
  • Sintya Febriana P.
  • Yogo Wahoyo
  • Renaldy
  • Nita Oktaviana

KILAS HMPS

Assalamualaikum wr.wb

Salam Sejahtera

 VIVA HISTORIA !!!

 Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah atau yang lebih dikenal dengan HMPS merupakan wadah bagi seluruh mahasiswa Pendidikan Sejarah dalam mengembangkan kreatifitas serta menyalurkan aspirasinya. Satu hal yang membedakan HMPS dengan ormawa-ormawa lain adalah kultur kekeluargannya yang begitu kental. Hal tersebut tercermin dalam semangat gotong royong pengurus serta anggota HMPS.

 Pada kepengurusan tahun ini HMPS diketuai oleh Kurniawan Ivan Prasetyo, dengan wakilnya Novendy Yusuf. Masih sama dengan kepengurusan tahun lalu, HMPS tahun ini terdiri dari pengurus inti yang didukung oleh lima divisi yakni Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) dengan kepala divisi Pradipta Bagas Trisnaputra, Minat dan Bakat (MIBA) dengan kepala divisi Muhammad Feris Dumadi, Jurnalistik dan Pers (JUPE) dengan kepala divisi Moh Afrizal, Penelitian dan Pengembangan (LITBANG) dengan kepala divisi Hasna Anggraini, dan Jaringan Advokasi Mahasiswa (JAM) dengan kepala divisi Danang Setyo Jatmiko.

 Secara garis besar HMPS periode ini masih mempertahankan proker-proker sebelumnya, antara lain Seminar Nasional (LITBANG), History Cup (MIBA), Majalah SWARA (JUPE), Ospek dan Hakrab (PSDM), serta Kunjungan Ormawa (JAM). Namun di kepengurusan tahun ini terdapat 2 proker baru, yakni Pengabdian Masyarakat (JAM) serta Kajian Mengenal Sejarah (LITBANG). 

 Proker Pengabdian Masyarakat bertujuan untuk memupuk rasa solidaritas sosial mahasiswa Pendidikan Sejarah. Diharapkan melalui proker Pengadian Masyarakat pengurus HMPS dapat menyalurkan ilmu pengetahuan yang sudah mereka dapatkan di bangku perkuliahan demi kemajuan masyarakat sekitar. Sedangkan untuk proker Kajian Mengenal Sejarah bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa Pendidikan Sejarah tentang situs-situs sejarah di sekitar Jogja yang belum diketahui banyak orang.

 Pada kepengurusan tahun ini HMPS mengusung Grand Desain Sejarah dan Sosial. Tujuan dari grand desain Sejarah dan Sosial adalah untuk menumbuhkan rasa solidaritas social mahasiswa Pendidikan Sejarah serta sikap dan pemikiran kritis mahasiswa Pendidikan Sejarah terhadap isu-isu social yang sedang hangat ditengah masyarakat. Dengan mengedepankan rasa kekeluargaan serta semangat gotong royong, diharapkan HMPS mampu menjadi organisasi yang solid di segala bidang serta mampu bersinergi dengan masyarakat luas.